Kiat Memilih Perusahaan MLM yang Benar
Kriteria-kriteria yang disampaikan dalam topik sebelumnya merupakan landasan dasar dalam memilih perusahaan MLM sebagai mitra bisnis kita.
Keuntungan Member di Perusahaan MLM
- Member memperoleh produk dengan harga diskon member
- Member memiliki bisnis sebagai penghasilan
- Member tidak mengenal adanya diskriminasi jenis kelamin, batasan umur, batasan pendidikan, agama, suku dan berbagai diskriminan yang yalin.
- Member tidak perlu mempersiapkan kantor dan semua administrasi bisnis
- Member memiliki kebebasan waktu kerja
- Member MLM memiliki persahabatan yang sangat erat dan akrab karena satu tujuan, satu visi yaitu hidup bekerja sama untuk sukses bersama.
- Member memiliki semangat hidup, antusias, dan berpikir secara positif
- Member membantu orang lain dan masyarakat dengan memperkenalkan produk-produk MLM yang berkualitas dengan harga relatif murah serta memperkenalkan peluang bisnis yang menjadi sumber penghasilan yang baru.
- Member memperoleh pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan ataupun group leader mengenai produk MLM, bisnis, serta pengembangan diri dan kepemimpinan untuk peningkatan kualitas pribadi
Keuntungan member di semua perusahaan MLM adalah sama kecuali keuntungan keuangan bisnisnya, hati-hati dengan beberapa perusahaan MLM yang mengklaim menjadi seolah-olah sebuah sekolah pengembangan diri. KLarena sebenarnya jika ingin secara khusus untuk meningkatkan kepribadian dan kepemimpinan tidak perlu menjadi member MLM apalagi dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar karena saat ini banyak institusi kursus yang telah berpengalaman dan profesional serta memiliki program yang terencana.
Tugas member di perusahaan MLM
- Member sebagai pemakai produk MLM harus menjadi wajah dari produk dan cukup mengerti tentang produk.
- Member melakukan aktivitas: mempersiapkan daftar nama prospek, melakukan prospek, mengundang prospek ke setiap pertemuan, mengikuti pertemuan-pertemuan bisnis, mengembangkan dan membina jaringan, serta mengikuti pelatihan-pelatihan
- Member harus fokus dan komitmen untuk membangun jaringan dengan membantu seluruh grup jaringan agar bisa sukses karena kesuksesan grup jaringan otomatis adalah kesuksesan member.
Adapun empat poin tersebut adalah
1. PERIZINAN
Perizinan adalah salah satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan oleh setiap calon member sebelum bergabung di perusahaan MLM. Perizinan merupakan legalitas sekaligus jaminan dari pemerintah Republik Indonesia
Ijin Perusahaan
Setiap perusahaan MLM harus memiliki dua ijin yaitu SIUP dan SIUPL yaitu ijin khusus yang dikeluarkan Departemen Perdagangan untuk ijin perusahaan MLM. Jika perusahaan MLM tidak memiliki SIUPL maka perusahaan tersebut ilegal secara hukum untuk beroperasi di wilayah Republik Indonesia.
Ijin SIUPL bisa langsung dibuat dengan syarat yang sederhana, lengkapnya bisa dilihat di sini. Jadi jangan percaya alasan-alasan perusahaan MLM abal-abal untuk tidak membuat izin SIUPL.
Ijin Produk
Produk-produk perusahaan MLM terutama produk makanan dan minuman kesehatan harus memiliki ijin khusus dari BPOM yang merupakan jaminan bagi masyarakat Indonesia bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat. Jika ijin produk belum ada dari Dirjen POM, maka produk tersebut ilegal dan sangat tidak aman untuk dikonsumsi.
2. PRODUK
Alasan mengapa produk perusahaan MLM sebagai salah satu poin penting penilaian bagi member sebelum bergabung dengan perusahaan MLM adalah sebagai berikut:
- Produk perusahaan MLM adalah sebagai kunci awal kendaraan penghubung antara member dengan calon member
- Produk menjadi parameter bagi calon member sehingga tidak terjebak ke dalam sistem money game
- Perusahaan MLM yang benar memiliki produk-produk dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing dengan pasar retail terutama untuk produk-produk makanan kesehatan yang mampu membantu penyembuhan berbagai penyakit yang diderita masyarakat.
- Produk perusahaan MLM sebaiknya adalah produk yang dibutuhkan secara luas dan dapat dipakai secara berulang.
Dengan parameter tersebut maka member telah memiliki produk terbaik dari perusahaan MLM, yang menjadi jembatan untuk mempengaruhi orang agar mau untuk membeli, mengkonsumsi, dan ikut membangun jaringan.
3. MARKETING PLAN (Rencana Pengembangan Usaha)
Perijinan dan produk yang baik dari perusahaan MLM tidak cukup sebagai poin penilaian bagi calon member untuk bergabung di perusahaan MLM. Semua calon member harus menyadari bahwa tujuan bergabung di perusahaan MLM bukan hanya untuk mengkonsumsi produk-produk perusahaan, tetapi juga untuk memiliki penghasilan di bisnis MLM dengan memperoleh bonus jika mengkonsumsi, mendistribusikan dan mempromosikan produk serta membangun jaringan di perusahaan MLM. Marketing plan perusahaan MLM adalah penilaian selanjutnya karena di Marketing Plan lah diatur semua mengenai bonus-bonus member.
Poin-poin yang harus diperhatikan untuk menilai Marketing Plan di sebuah perusahaan MLM adalah sebagai berikut:
A. KAPAN BONUS MEMBER DIBAYAR
Semakin cepat bonus-bonus member di bayar oleh perusahaan MLM setelah memperoleh omzet akan semakin besar peluang member untuk lebih cepat berkembang karena sebenarnya hampir seluruh member tidak memiliki uang untuk membiayai pengembangan jaringan selama kurang lebih satu bulan sebelum memperoleh bonus.
Dengan pembayaran bonus yang lebih cepat, maka setiap member mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kebutuhan dana dalam membangun jaringan tanpa mengganggu penghasilan dari pekerjaan yang lain.
B. BAGAIMANA BONUS MEMBER DIBAYAR
Setiap omzet yang dihasilkan oleh member, baik itu omzet mengajak, omzet perkembangan jaringan, ataupun omzet belanja ulang produk harus di bayar perusahaan berupa bonus tanpa syarat. Tutup poin sebelum member memperoleh bonus merupakan ketidak adilan bagi seluruh member dan HARUS ditentang.
C. JENIS DAN PERHITUNGAN BONUS
Semakin sedikit jenis bonus di perusahaan MLM akan semakin mudah bagi seluruh member untuk menganalisa dan mengetahui jebakan atupun syarat-syarat yang ditetapkan perusahaan pada tahap awal sehingga member tidak kecewa di kemudian hari.
Semakin mudah melakukan penghitungan bonus maka akan semakin mudah bagi member untuk mengetahui layak atau tidaknya marketing plan di sebuah bisnis MLM diandalkan untuk memperoleh penghasilan.
D. BERAPA BESAR BONUS MEMBER DIBAYAR
Penghitungan yang paling mudah untuk mengetahui persentasi setiap bonus adalah dengan membandingkan antara bonus yang diperoleh dengan omzet yang dihasilkan baik secara pribadi maupun total grup. Member sebagai eksekutor seharusnya memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan MLM. Setiap calon member jangan pernah tergiur dan tergoda dengan reward, penghasilan ratusan juta, pasif income, bonus sharing, karena semuanya adalah hasil akhir.
4. TEAM LEADERS DAN SUPPORT SYSTEM
Untuk sukses di bisnis MLM tidak bisa dikerjakan sendirian, calon member harus memiliki team leaders.
Poin-poin yang harus diperhatikan untuk menilai team leaders dan support system:
- Team leaders yang cerdas, tangguh, komitmen, jujur serta memiliki integritas untuk membantu seluruh jaringan.
- Team leader harus mampu memberikan pembelajaran edifikasi dan duplikasi yang benar, transparan, dan cerdas kepada seluruh jaringan.
- Team leaders yang mampu menciptakan support system yang baik sebagai bahan duplikasi, edifikasi, pembelajaran tentang bisnis MLM serta cara-cara membangun jaringan dengan efektif, tidak hanya memberikan motivasi yang tidak realistis.
- Team leaders TIDAK MENCARI PENGHASILAN DARI ACARA PEMBELAJARAN.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar