Kenapa Bisa Gagal di Bisnis MLM? Part 2
2. MARKETING PLAN YANG BERPIHAK KEPADA PERUSAHAAN
Faktor yang
kedua yang membuat member MLM gagal adalah akibat pengusaha menciptakan sistem
marketing plan yang berpihak kepada pengusaha MLM,
A. Pembayaran bonus terlalu lama
Rata-rata
penghasilan masyarakat Indonesia lebih kecil daripada kebutuhannya seperti
gambaran berikut ini:
Sebenarnya
masyarakat tidak memiliki cukup uang untuk berinvestasi awal dalam pengembangan
jaringan, akan tetapi karena iming-iming kemewahan pada tahap awal dimana
seolah-olah kemewahan tersebut sangat mudah dan cepat untuk diperoleh, maka
member berani untuk melakukan investasi pengembangan jaringan.
Ilustrasi
berikut dapat memberikan penjelasan terhadap gambaran di atas yang merupakan
rician pengeluaran biaya operasional member setiap bulan
pada bulan I
Pendaftaran +
pembelian produk Rp. 300.000
Tutup poin rp
350.000,- Jika tidak tutup poin maka member tidak memperoleh bonus meskipun
memiliki omzet
Biaya
operasional setiap hari selama melakukan aktivitas sebagai member rata-rata
20.000 Total biaya setiap hari selama 55 hari sebelum member akhirnya memperoleh
bonus sebesar 1.100.000maka total biaya operasional adalah 1.750.000,
pada akhir
bulan berikutnya member memperoleh bonus 200.000
maka kerugian
member sebesar 1.550.000
pada bulan II
Biaya
operasional sama seperti pada bulan sebelumnya yaitu 1.750.000
pada akhir
bulan member memiliki kenaikan bonus sehingga bonusnya menjadi 500.000
maka pada bulan
kedua kerugian member 1.250.000
pada bulan III
biaya
operasional naik menjadi 2.000.000 karena jaringan sudah mulai tersebar dan
berkembang
Bonus member di
bulan tersebut naik menjadi 750.000
member
mengalami kerugian sebesar 1.250.000
dalam tiga
tahap di atas seorang member di perusahan MLM telah mengalami kerugian sebesar
4.050.000
Member selama
tiga bulan mau menjalani bisnis MLM dengan mengalami kerugian karena dijanjikan
kemewahan-kemewahan, tiga bulan pertama baru disadari oleh member bahwa untuk
memperoleh semua kemewahan tersebut harus memiliki modal keuangan yang baik.
Selama tiga
bulan pertama menjalankan bisnisnya member menjadi salesman dengan menjual
produk-produk tutup poin untuk menutupi kebutuhan dan kerugian. Selanjutnya
member berhenti dan berpikir bahwa bisnis MLM adalah bisnis pembohongan,
padahal yang terjadi sebenarnya adalah karena sistem pembayaran bonus tersebut
tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat INdonesia dan semua kemewahan
yang dijanjikan adalah hasil akhir.
SARAN
: Jika penghasilan lebih kecil dari pengeluaran, maka pembayaran yang terlalu
lama tidak cocok untuk masyarakat Indonesia.
B. TUTUP POIN
Salah satu
faktor kegagalan utama member MLM adalah aturan tutup poin. Pengertian tutup
poin bagi member adalah sebagai berikut:
1. Tutup poin adalah salah satu aturan yang ditetapkan oleh perusahaan bagi member untuk belanja ulang
2. Tutup poin menjadi salah satu syarat untuk memperoleh bonus. Berapapun omzet seseorang member tidak akan memperoleh bonus jika tidak melakukan tutup poin.
3. Nilai tutup poin di tahap awal sebagai member jauh lebih besar dari bonus member itu sendiri
4. Tutup poin mengakibatkan member menjadi seorang salesman
Belanja ulang
yang menjadi syarat agar memperoleh bonus dengan alasan apapun merupakan
ketidak adilan bagi member MLM. Sebenarnya syarat untuk memperoleh bonus adalah
member bekerja dan memberikan omzet. Selama puluhan tahun, perusahaan MLM di
Indonesia membuat tutup poin menjadi sebuah keharusan, padahal hal tersebut
merupakan ketidak adilan bagi seluruh member.
Setiap member
MLM haruslan menjadi konsumen dan wajah dari produk-produk MLM dengan selalu
melakukan belanja ulang produk. Akan tetapi belanja ulang haruslah dilakukan
dengan aturan yang manusiawi dan benar dimana belanja ulang dilakukan member
setelah member tersebut memperoleh bonus dan nilai keharusan belanja ulang
member harus lebih kecil daripada bonus member.
SARAN
: Jangan pernah mau bergabung dengan sebuah perusahaan MLM yang menetapkan
syarat belanja ulang (tutup poin) untuk memperoleh bonus.
C. Jenis bonus
yang terlalu banyak dan perhitungan bonus yang terlalu rumit
![]() |
| Ga perlu serumit ini untuk dapat uang |
Perusahaan MLM
sangat senang menciptakan banyak jenis bonus yang disertai perhitungan yang
sangat rumit. Jenis bonus yang banyak di perusahaan MLM tidak berhubungan
dengan besar kecilnya bonus-bonus member, karena sebenarnya besar kecilnya
bonus member tergantung dari total omzet yang diperoleh member tersebut dalam
kurun waktu tertentu.
Perhitungan
bonus yang rumit dengan banyaknya parameter perhitungan seperti:
Nilai poin produk, presentasi
peringkat, perhitungan jumlah poin grup front line,
Perhitungan tutup poin pribadi,
perhitungan tutup poin seluruh jaringan
Perhitungan total seluruh omzet
perusahaan dll
akan membuat
member tidak mampu menghitung bonusnya sendiri sebelum diberitahu oleh
perusahaan. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya transparansi perhitungan bonus
member dan sulitnya melakukan kontrol biaya membangun jaringan.
- Semakin banyak jenis bonus dan semakin sulit perhitungan bonus akan semakin membuka peluang perusahaan MLM untukmenetapkan sayarat-syarat yang tidak diketahui member
- Semakin banyak jenis dan sulitnya perhitungan bonus akan menyebabkan setiap member perusahaan mengetahui total nilai bonus sebelum memperoleh statement bonus dari perusahaan.
- Semakin banyak jenis bonus dan sulit perhitungan bonus akan semakin menyulitkan member untuk melakukan presentasi, sehingga isi presentasi tidak jauh dari iming-iming dan janji kemewahan.
Sebenarnya
member memperoleh bonus jika memberikan omzet ke perusahaan. Ada tiga jenis
omzet yang diberikan oleh member kepada perusahaan multilevel marketing yang
berarti hanya ada tiga jenis bonus.
- Member mengajak orang lain untuk menjadi konsumen produk multilevel marketing, dimana yang diajak membeli produk dari perusahaan MLM. Bonus ini sering kita sebut dengan bonus mengajak (sponsoring).
- Member mengajarkan dan membina jaringan (downline agar downline mampu mengajak orang lain untuk membeli produk perusahaan MLM. Bonus ini disebut dengan bonus perkembangan jaringan atau bonus kepemimpinan
- Member dan seluruh jaringannya melakukan belanja ulang. Bonus ini disebut dengan bonus belanja ulang.
Jika member
mampu menjual prduk secara langsung kepada masyarakat dan member memperoleh
keuntungan dari penjualan tersebut sebenarnya itu bukanlah bonus karena semua
sistem akan memperoleh keuntungan jika mampu menjual secara langsung produk.
Saran
: Semakin sederhana jenis dan perhitungan bonus, maka semakin mudah bagi member
untuk melakukan kontrolling sehingga tidak merasa tertipu dengan syarat-syarat
yang akan diketahui ketika sistem sudah berjalan.
3. MENJADI MEMBER PERUSAHAAN MONEY GAME
Perusahaan
money game adalah sebuah perusahaan pembohong yang akan merugikan member dan
seluruh masyarakat karena member yang bergabung tidak mendapat produk senilai
uang yang telah disetorkan oleh member yang bersangkutan. Setiap member yang
bergabung di perusahaan multilevel marketing tidak boleh dirugikan karena HARUS
memperoleh produk senilai uang yang telah diberikan kepada perusahaan.
Beberapa hal
yang harus diketahui mengenai perusahaan money game:
1. Perusahaan
money game pasti merugikan semua member dan tutup
2. Pertanggung
jawaban uang dan moral kepada setiap orang yang bergabung ada pada member yang
mengajak bergabung ke perusahaan money game, dimana keuntungan tidak sesuai
dengan resikonya.
SARAN
: JANGAN PERNAH BERGABUNG MENJADI MEMBER PERUSAHAAN MONEY GAME
4. MENGIKUTI AJAKAN PETUALANG-PETUALANG BISNIS MLM
Untuk sukses di
bisnis MLM, salah satu hal terpenting adalah harus memiliki pemimpin (LEADER)
yang bertanggung jawab, memiliki integritas, memiliki kejujuran, memiliki
komitmen untuk membawa seluruh jaringannya ke puncak kesuksesan tanpa
mengorbankan jaringannya dengan alasan-alasan yang tidak realistis.
Saat ini di
Indonesia sangat banyak petualang-petualang bisnis MLM yang akan mengorbankan
masyarakat demi kepentingan pribadinya.
Ciri-Ciri
petualang Bisnis MLM:
- Selalu berganti-ganti perusahaan tanpa alasan yang jelas dan berbicara negatif tentang perusahaan sebelumnya.
- Selalu mengaku pelaku bisnis MLM yang berpengalaman karena sering berpindah MLM padahal belum pernah sukses sama sekali dan hanya menjadi korban dan objek perusahaan.
- Mengorbankan seluruh jaringannya demi kepentingan pribadi dengan memberikan iming-iming kepada calon member
SARAN
: Hati-hati dengan petualang MLM dan jangan pernah mau di ajak untuk menjadi
downlinenya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar