Kamis, 29 Oktober 2015

Kenapa Bisa Gagal di Bisnis MLM?


Janji dan iming-iming kemewahan


Janji dan iming-iming kemewahan inilah yang pada tahap awal dilakukan untuk mempengaruhi member baru dan calon member, seolah-olah semua kemewahan tersebut akan sangat cepat dan mudah untuk diperoleh padahal semua kemewahan tersebut adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.

A. Peringkat di perusahaan MLM

 

Hampir semua perusahaan MLM memiliki peringkat, dimana semakin tinggi peringkat seorang member akan semakin besar presentasi bonus yang akan diperoleh dari total omzet member yang bersangkutan, kelihatannya peringkat tersebut akan sangat menguntungkan seorang member akan tetapi jika kita simak lebih mendalam sebenarnya peringkat tersebut adalah kerugian bagi member dengan memperhatikan syarat kenaikan peringkat di perusahaan MLM


1.      Memiliki minimal dua grup di bawahnya yang sama peringkatnya dengan member bersangkutan
2.      Memiliki total nilai poin tertentu sesuai dengan yang telah disyaratkan minimal dua grup di bawahnya
3.      Memiliki total nilai poin grup lain selain dua grup utama yang disebut dengan side volume
4.      Melakukan tutup poin sesuai dengan yang disyaratkan.

Jika salah satu dari syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, maka member yang bersangkutan tidak akan naik peringkat. Syarat-syarat tersebut akan memungkinkan terjadinya peringkat down line sama peringkatnya dengan upline yang sering disebut dengan BREAK PERINGKAT yang akan mengakibatkan:

  1. Presentasi bonus upline yang sama peringkatnya dengan downline menjadi nol persen, paling maksimal hanya satu persen (bonus upline menurun tajam).
  2. Biaya operasional jaringan semakin besar seiring pertumbuhan jaringan akan menyulitkan upline untuk mengembangkan dan membantu seluruh jaringan.
  3. Upline akan frustasi dengan bisnisnya dan ada kemungkinan berhenti padahal sudah sangat banyak hal yang telah diinvestasikan seperti uang dan waktu.
  4. Downline yang telah dibantu oleh upline dari tahap awal membangun bisnis jaringan sampai terjadi break peringkat dengan kejujuran dan intergritas menjadi ancaman bagi perkembangan penghasilan dan bisnis upline.

Dalam bisnis jaringan, untuk tetap menjaga pertumbuhan dan perkembangan minimal dua jaringan tetap sama adalah pekerjaan yang paling sulit, akan sangat besar kemungkinan untuk terjadi break peringkat.

Break peringkat adalah hal yang paling dihindari dan ditakuti oleh seluruh upline, untuk menghindari break peringkat dilakukan beberapa langkah yang dianggap menguntungkan padahal akan menghancurkan bisnis ke depannya:

  1. Membeli poin grup yang terlambat perkembangannya dengan harapan akan memperoleh bonus yang lebih besar seiring dengan naiknya peringkat padahal biaya membeli poin lebih besar dari bonus yang diperoleh.
  2. Tidak mau membantu pengembangan grup jaringan yang sangat cepat berkembang. Mengakibatkan upline kehilangan integritas dan komitmen sebagai pemimpin, padahal dalam bisnis jaringan hal tersebut adalah yang paling penting.
  3.   Menunda posting member-member baru di group yang cepat perkembangannya.

SARAN: Jauh lebih baik bagi pelaku bisnis MLM untuk bergabung di perusahaan MLM yang tidak memiliki peringkat, dimana perhitungan bonus dilakukan dengan persentasi dari total omzet tiap grup tanpa ada parameter peringkat. Dengan demikian downline tidak akan menjadi ancaman bagi penghasilan upline.

B. REWARD





Reward adalah impian yang dibangun oleh perusahaan MLM kepada setiap member sebagai seuah tujuan, seolah-olah sangat mudah untuk memperolehnya. Sebenarnya reward bukanlah keuntungan bagi member. Untuk mengerti hal tersebut, perhatikan syarat-syarat untuk memperoleh reward pada bisnis MLM:

  1. Memiliki peringkat tertentu sesuai dengan syarat reward
  2.   Memiliki minimal dua downline dalam grup yang berbeda yang peringkatnya sesuai dengan syarat reward.
  3. Memiliki total omzet minimal dari dua grup yang berbeda sesuai dengan syarat.
  4. Memiliki side volume dengan jumlah tertentu sesuai dengan syarat
  5. Harus melakukan tutup poin dengan jumlah tertentu

Jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka member tidak memperoleh reward. beberapa hal tentang reward yang harus diketahui oleh member-member MLM:


1.      Reward bukan hadiah tetapi adalah bagian dari bonus-bonus member yang ditunda pembayarannya oleh perusahaan sampai memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.

2.      Member lebih membutuhkan bonus cash daripada bonus tunda, karena sebenarnya hampir seluruh member mengalami kesulitan keuangan setiap bulannya karena kebutuhan lebih besar dari penghasilan

3.      Reward adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya diperlukan modal waktu dan uang yang cukup besar.

4.      Reward akan memberikan peluang kepada perusahaan MLM untuk menetapkan berbagai syarat yang memberatkan member yang tidak diberitahu kepada member pada tahap awal bergabung.

5.      Member yang sudah hampir mencapai syarat reward tidak sanggup lagi untuk meneruskan bisnisnya maka bonus tunda tersebut menjadi milik perusahaan.

SARAN : Jauh lebih baik bagi calon member bergabung di sebuah perusahaan MLM yang membayar semua bonus-bonus membernya dengan uang cash agar seluruh member bisa memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengembangan jaringan. jika member memiliki uang lebih maka seluruh member yang lebih mengetahui kebutuhan pribadinya daripada perusahaan akan mampu memenuhi semua kebutuhan pribadinya.

C. PASIF INCOME DAN BONUS SHARING



Sama seperti reward, passive income dan bonus sharing inilah yang selalu di gembar gemborkan oleh perusahaan MLM kepada seluruh masyarakat dan calon member dimana seolah-olah tanpa bekerja akan memperoleh bonus, sebenarnya hal tersebut tidak benar karena tidak mungkin ada bonus tanpa ada omzet, perhatikan syarat untuk memperoleh pasif income dan bonus sharing yang dijanjikan oleh perusahaan MLM:


1.      Memiliki peringkat sesuai dengan syarat

2.      Memiliki minimal total omzet grup sesuai dengan syarat

3.      Harus melakukan tutup poin

Beberapa hal yang harus diketahui tentang bonus sharing dan pasif income:

1.      Jika tidak ada omzet perusahaan maka tidak mungkin perusahaan membayar bonus.

2.      Bonus sharing adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya dibutuhkan investasi waktu dan uang yang sangat besar, hal tersebut tidak otomatis diterima jika tidak memenuhi syarat tersebut di atas setiap bulan.

3.      Perhitungan bonus sharing sangat rumit, dimana salah satu parameter perhitungan adalah omzet perusahaan yang hanya diketahui oleh perusahaan bersangkutan.

SARAN : Jangan pernah bergabung menjadi member perusahaan MLM yang menjanjikan bonus sharing dan pasif income, karena hal tersebut sebenarnya adalah jebakan.

Rabu, 28 Oktober 2015

Multi Level Marketing di Indonesia

Multi Level Marketing di Indonesia

KENAPA BISA GAGAL DI BISNIS MLM?


Ketika mendengar kata-kata MLM dewasa ini akan banyak cerita kegagalan yang menyertainya. Kenapa bisa gagal? tentu ada alasannnya, karena seharusnya konsep bisnis MLM sebagai optimasi jalur distribusi dan promosi akan menghasilkan banyak cerita keberhasilan dan keuntungan yang luar biasa. Adapun penyebab kegagalan pelaku bisnis MLM adalah sebagai berikut:

Faktor Internal


Penyebab pertama adalah sikap dan karakter pelaku bisnis MLM itu sendiri, memiliki sikap yang salah tentu tidak akan membuahkan kesuksesan dimanapun kita berada. Pemalas, Tidak bertanggung jawab, Tidak jujur, kasar, tidak mau dipimpin, mau enak sendiri, merasa pintar, mau menang sendiri adalah sedikit dari sekian banyak sifat negatif yang mungkin dimiliki oleh pelaku bisnis MLM. Padahal sejatinya bisnis ini intinya adalah hubungan langsung antara orang dengan orang, sehingga mereka yang memiliki sifat dan akhlak yang kurang baik atau mereka yang ingin hasil tanpa harus bekerja, sudah dipastikan akan GAGAL di bisnis MLM.

Faktor Eksternal


Di sisi lain, terkadang ada member yang sudah melakukan seluruh tugas dan tanggung jawabnya sebagai distributor MLM, serta sudah memiliki karakter yang baik, tapi tidak kunjung sukses di bisnisnya malah kehidupannya jauh lebih buruk dibandingkan sebelum bergabung di bisnis MLM.
Adapun faktor-faktor kegagalan eksternal  adalah sebagai berikut:
1. Janji dan iming-iming kemewahan pada tahap awal mejadi member.
2. Perusahaan MLM menciptakan marketing plan yang berpihak kepada pengusaha MLM, dimana member menjadi objek perusahaan.
3. Bergabung menjadi member perusahaan money game.
4. Mengikuti petualang MLM

Empat poin di atas adalah penyebab utama kenapa kebanyakan pelaku bisnis MLM yang sudah komitmen, habis-habisan, dan berjuang di bisnisnya dengan maksimal tetap gagal. Karena walaupun multilevel marketing yang mereka ikuti legal, ternyata sistemnya memiliki banyak jebakan.

Kamis, 22 Oktober 2015

Pengertian Multi Level Marketing

Konsep Dasar Bisnis Multi Level Marketing


Multi Level Marketing Adalah


KONSEP DASAR BISNIS MLM


MLM/Network Marketing adalah sebuah bisnis dengan sistem efisiensi pada jalur distribusi dan promosi. Keuntungan dari pemangkasan jalur distribusi dan promosi akan menjadi keuntungan bagi perusahaan MLM dan bagi member yang melakukan aktivitas bisnis jaringan yang mengkonsumsi produk sekaligus mendistribusikan dan mempromosikan produk tersebut. Keuntungan bagi member dibagikan oleh perusahaan MLM dalam bentuk bonus sesuai sistem yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Meskipun bisnis MLM termasuk bagian dari direct selling, sebenarnya industri MLM dapat dikatakan berdiri sendiri karena adanya beberapa perbedaan mendasar antara bisnis retail dengan bisnis MLM, baik dalam arti cara pemasaran maupun sistem distribusi produk serta pembagian keuntungan. Berikut perbedaan komponen harga produk pada bisnis retail (konvensional) dengan bisnis MLM.

Multi Level Marketing di Indonesia


Dari kedua gambar di atas dapat diambil beberapa kesimpulan perbedaan bisnis retail dengan bisnis MLM: 
  1. Distribusi dan promosi produk pada bisnis retail akan digantikan oleh perusahaan MLM dan member pada bisnis MLM.
  2. Harga produk sampai ke tangan konsumen pada bisnis retail dan pada bisnis MLM haruslah sama.
  3. Perusahaan MLM tidak harus memiliki pabrik.
  4. Biaya promosi dan biaya distribusi pada bisnis retail akan menjadi keuntungan perusahaan MLM dan bonus-bonus member.
  5. Besar kecilnya bonus-bonus member diatur oleh perusahaan MLM di rencana pengembangan usaha (marketing plan).
  6. Perusahaan MLM berfungsi sebagai regulator dengan tugas:
  • Menyiapkan semua sitem perijinan, administrasi, perkantoran, serta menyiapkan produk yang akan dikonsumsi dan dipasarkan oleh member
  • Merancang rencana pengembangan usaha yang akan mengatur syarat-syarat keanggotaan member, cara membangun sistem jaringan bagi member, syarat-syarat pembayaran bonus-bonus member, tenggang waktu pembayaran bonus member, dan perhitungan bonus-bonus  
     7. Member MLM bertugas sebagai eksekutor dengan tugas:
  • Konsumen produk-produk perusahaan MLM, dimana member akan memperoleh diskon harga produk
  • Mempromosikan produk-produk perusahaan MLM dengan mengajak orang lain untuk ikut mengkonsumsi produk, dimana member akan memperoleh bonus sponsoring .
  • Mengajarkan orang lain bagaimana cara melakukan promosi dan distribusi produk MLM, member akan memperoleh bonus perkembangan jaringan


HATI-HATI!

Saat ini sangat banyak perusahaan yang berkedok perusahaan MLM yang memanfaatkan sistem pemasaran jaringan tetapi tidak memiliki produk untuk dipasarkan atau produk harganya jauh lebih mahal daripada harga retail/pasaran. Jadi polanya adalah perusahaan hanya menawarkan bonus-bonus jika berhasil mengajak orang lain untuk masuk ke dalam sistem bisnisnya. Perusahaan seperti itu disebut dengan perusahaan MONEY GAME. Alasan umum yang dikatakan adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli personal franchise atau hak bisnis. Mestinya harus jelas berapa nilah uang sebagai keanggotaan dan berapa nilai uang yang ditukar dengan produk. Perusahaan seperti ini biasanya tidak memiliki ijin usaha dan pemiliknya akan kabur membawa sejumlah keuntungan ketika perusahaan tidak mampu lagi membayar bonus-bonus bagi membernya. Umumnya, perusahaan money game akan tutup dengan sendirinya setelah setahun atau dua tahun berjalan.

Ciri-ciri perusahaan money game:
  1. Member membayar sejumlah uang tanpa memperoleh produk, perusahaan hanya menawarkan bonus jika mengajak orang lain.
  2. Perusahaan menjual produk kepada member dengan harga jauh lebih mahal dari harga pasar.
  3. Menawarkan sistem investasi dengan bunga yang tidak realistis.

Ciri-ciri Perusahaan MLM yang baik dan benar

  1. Memiliki surat izin SIUPL (Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung). Jangan pernah bergabung di sebuah perusahaan yang tidak memiliki SIUPL karena ketika terjadi apa-apa dengan perusahaan tidak akan ada pertanggung jawaban dari pihak pemerintah (tanpa surat ijin, berarti ILEGAL).
  2. Perusahaan telah memiliki ijin produk. Jika produk yang didistribusikan adalah produk kesehatan, maka mutlak harus memiliki ijin dari BPOM RI sebagai jaminan dari pemerintah RI bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Jangan bergabung di perusahaan yang menjual produk tanpa ijin karena tidak ada pertanggung jawaban bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi.
  3. Perusahaan MLM menjual produk dengan harga yang realistis.

Ketika tiga syarat tersebut telah dipenuhi, maka bisnis multi level marketing tersebut legal dan merupakan perusahaan yang baik dan benar. Namun, kelayakan bisnis tersebut untuk dikerjakan dan dijadikan sumber penghasilan utama tetap tergantung kepada sistem pembagian omzet dan bonus yang ditetapkan perusahaan. Bisa jadi sebuah perusahaan MLM dianggap baik dan benar namun pada kenyataannya sangat tidak layak untuk dikerjakan. Karena pada kenyataannya, seperti bisnis pada umumnya, lebih banyak yang gagal di bisnis MLM daripada yang berhasil.

Selanjutnya,
Penyebab gagal di bisnis multilevel marketing.