Sabtu, 12 Desember 2015

Kesaksian Terbaru Propolis dan Melia Biyang

Kesaksian khasiat produk propolis dan melia biyang. Dari penyembuhan penyakit sampai memperbaiki penampilan. Buat temen-temen tang jerawatnya ga ilang-ilang, boleh cona nih terapi biyang dan propolis, insyaallah dalam waktu kurang dari 2 bulan kerusakan kulit dan jerawat menahun bisa dihilangkan. Kabar baiknya, MURAH banget, ga akan semahal perawatan kecantikan di luar sana. Ga percaya? nih foto2nya...

Sabtu, 05 Desember 2015

Kiat Memilih Perusahaan MLM yang Benar

Kiat Memilih Perusahaan MLM yang Benar


Kriteria-kriteria yang disampaikan dalam topik sebelumnya merupakan landasan dasar dalam memilih perusahaan MLM sebagai mitra bisnis kita.


Keuntungan Member di Perusahaan MLM 



  1. Member memperoleh produk dengan harga diskon member
  2. Member memiliki bisnis sebagai penghasilan
  3. Member tidak mengenal adanya diskriminasi jenis kelamin, batasan umur, batasan pendidikan, agama, suku dan berbagai diskriminan yang yalin.
  4. Member tidak perlu mempersiapkan kantor dan semua administrasi bisnis
  5. Member memiliki kebebasan waktu kerja
  6. Member MLM memiliki persahabatan yang sangat erat dan akrab karena satu tujuan, satu visi yaitu hidup bekerja sama untuk sukses bersama.
  7. Member memiliki semangat hidup, antusias, dan berpikir secara positif
  8. Member membantu orang lain dan masyarakat dengan memperkenalkan produk-produk MLM yang berkualitas dengan harga relatif murah serta memperkenalkan peluang bisnis yang menjadi sumber penghasilan yang baru.
  9. Member memperoleh pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan ataupun group leader mengenai produk MLM, bisnis, serta pengembangan diri dan kepemimpinan untuk peningkatan kualitas pribadi

Keuntungan member di semua perusahaan MLM adalah sama kecuali keuntungan keuangan bisnisnya, hati-hati dengan beberapa perusahaan MLM yang mengklaim menjadi seolah-olah sebuah sekolah pengembangan diri. KLarena sebenarnya jika ingin secara khusus untuk meningkatkan kepribadian dan kepemimpinan tidak perlu menjadi member MLM apalagi dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar karena saat ini banyak institusi kursus yang telah berpengalaman dan profesional serta memiliki program yang terencana.

Tugas member di perusahaan MLM



  1. Member sebagai pemakai produk MLM harus menjadi wajah dari produk dan cukup mengerti tentang produk.
  2. Member melakukan aktivitas: mempersiapkan daftar nama prospek, melakukan prospek, mengundang prospek ke setiap pertemuan, mengikuti pertemuan-pertemuan bisnis, mengembangkan dan membina jaringan, serta mengikuti pelatihan-pelatihan
  3. Member harus fokus dan komitmen untuk membangun jaringan dengan membantu seluruh grup jaringan agar bisa sukses karena kesuksesan grup jaringan otomatis adalah kesuksesan member.
Semua aktivitas sebagai member di semua perusahaan MLM adalah sama, yang harus disadari adalah hasil yang akan diperoleh oleh member yang bersangkutan berhubungan dengan empat poin penting dalam memilih perusahaan MLM

Adapun empat poin tersebut adalah


1. PERIZINAN



Perizinan adalah salah satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan oleh setiap calon member sebelum bergabung di perusahaan MLM. Perizinan merupakan legalitas sekaligus jaminan dari pemerintah Republik Indonesia

Ijin Perusahaan
Setiap perusahaan MLM harus memiliki dua ijin yaitu SIUP dan SIUPL yaitu ijin khusus yang dikeluarkan Departemen Perdagangan untuk ijin perusahaan MLM. Jika perusahaan MLM tidak memiliki SIUPL maka perusahaan tersebut ilegal secara hukum untuk beroperasi di wilayah Republik Indonesia.

Ijin SIUPL bisa langsung dibuat dengan syarat yang sederhana, lengkapnya bisa dilihat di sini. Jadi jangan percaya alasan-alasan perusahaan MLM abal-abal untuk tidak membuat izin SIUPL.

Ijin Produk
Produk-produk perusahaan MLM terutama produk makanan dan minuman kesehatan harus memiliki ijin khusus dari BPOM yang merupakan jaminan bagi masyarakat Indonesia bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat. Jika ijin produk belum ada dari Dirjen POM, maka produk tersebut ilegal dan sangat tidak aman untuk dikonsumsi.

2. PRODUK


Alasan mengapa produk perusahaan MLM sebagai salah satu poin penting penilaian bagi member sebelum bergabung dengan perusahaan MLM adalah sebagai berikut:


  1. Produk perusahaan MLM adalah sebagai kunci awal kendaraan penghubung antara member dengan calon member
  2. Produk menjadi parameter bagi calon member sehingga tidak terjebak ke dalam sistem money game
  3. Perusahaan MLM yang benar memiliki produk-produk dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing dengan pasar retail terutama untuk produk-produk makanan kesehatan yang mampu membantu penyembuhan berbagai penyakit yang diderita masyarakat.
  4. Produk perusahaan MLM sebaiknya adalah produk yang dibutuhkan secara luas dan dapat dipakai secara berulang.

Dengan parameter tersebut maka member telah memiliki produk terbaik dari perusahaan MLM, yang menjadi jembatan untuk mempengaruhi orang agar mau untuk membeli, mengkonsumsi, dan ikut membangun jaringan.

3. MARKETING PLAN (Rencana Pengembangan Usaha)


Perijinan dan produk yang baik dari perusahaan MLM tidak cukup sebagai poin penilaian bagi calon member untuk bergabung di perusahaan MLM. Semua calon member harus menyadari bahwa tujuan bergabung di perusahaan MLM bukan hanya untuk mengkonsumsi produk-produk perusahaan, tetapi juga untuk memiliki penghasilan di bisnis MLM dengan memperoleh bonus jika mengkonsumsi, mendistribusikan dan mempromosikan produk serta membangun jaringan di perusahaan MLM. Marketing plan perusahaan MLM adalah penilaian selanjutnya karena di Marketing Plan lah diatur semua mengenai bonus-bonus member.

Poin-poin yang harus diperhatikan untuk menilai Marketing Plan di sebuah perusahaan MLM adalah sebagai berikut:

A. KAPAN BONUS MEMBER DIBAYAR
Semakin cepat bonus-bonus member di bayar oleh perusahaan MLM setelah memperoleh omzet akan semakin besar peluang member untuk lebih cepat berkembang karena sebenarnya hampir seluruh member tidak memiliki uang untuk membiayai pengembangan jaringan selama kurang lebih satu bulan sebelum memperoleh bonus.

Dengan pembayaran bonus yang lebih cepat, maka setiap member mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kebutuhan dana dalam membangun jaringan tanpa mengganggu penghasilan dari pekerjaan yang lain.

B. BAGAIMANA BONUS MEMBER DIBAYAR

Setiap omzet yang dihasilkan oleh member, baik itu omzet mengajak, omzet perkembangan jaringan, ataupun omzet belanja ulang produk harus di bayar perusahaan berupa bonus tanpa syarat. Tutup poin sebelum member memperoleh bonus merupakan ketidak adilan bagi seluruh member dan HARUS ditentang.

C. JENIS DAN PERHITUNGAN BONUS

Semakin sedikit jenis bonus di perusahaan MLM akan semakin mudah bagi seluruh member untuk menganalisa dan mengetahui jebakan atupun syarat-syarat yang ditetapkan perusahaan pada tahap awal sehingga member tidak kecewa di kemudian hari.

Semakin mudah melakukan penghitungan bonus maka akan semakin mudah bagi member untuk mengetahui layak atau tidaknya marketing plan di sebuah bisnis MLM diandalkan untuk memperoleh penghasilan.

D. BERAPA BESAR BONUS MEMBER DIBAYAR

Penghitungan yang paling mudah untuk mengetahui persentasi setiap bonus adalah dengan membandingkan antara bonus yang diperoleh dengan omzet yang dihasilkan baik secara pribadi maupun total grup. Member sebagai eksekutor seharusnya memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan MLM. Setiap calon member jangan pernah tergiur dan tergoda dengan reward, penghasilan ratusan juta, pasif income, bonus sharing, karena semuanya adalah hasil akhir.

4. TEAM LEADERS DAN SUPPORT SYSTEM


Untuk sukses di bisnis MLM tidak bisa dikerjakan sendirian, calon member harus memiliki team leaders.

Poin-poin yang harus diperhatikan untuk menilai team leaders dan support system:

  1. Team leaders yang cerdas, tangguh, komitmen, jujur serta memiliki integritas untuk membantu seluruh jaringan.
  2. Team leader harus mampu memberikan pembelajaran edifikasi dan duplikasi yang benar, transparan, dan cerdas kepada seluruh jaringan.
  3. Team leaders yang mampu menciptakan support system yang baik sebagai bahan duplikasi, edifikasi, pembelajaran tentang bisnis MLM serta cara-cara membangun jaringan dengan efektif, tidak hanya memberikan motivasi yang tidak realistis.
  4. Team leaders TIDAK MENCARI PENGHASILAN DARI ACARA PEMBELAJARAN.

Kamis, 03 Desember 2015

Kenapa Bisa Gagal di Bisnis MLM? Part 2

Kenapa Bisa Gagal di Bisnis MLM? Part 2

2. MARKETING PLAN YANG BERPIHAK KEPADA PERUSAHAAN


Faktor yang kedua yang membuat member MLM gagal adalah akibat pengusaha menciptakan sistem marketing plan yang berpihak kepada pengusaha MLM,



A. Pembayaran bonus terlalu lama

Rata-rata penghasilan masyarakat Indonesia lebih kecil daripada kebutuhannya seperti gambaran berikut ini:

Sebenarnya masyarakat tidak memiliki cukup uang untuk berinvestasi awal dalam pengembangan jaringan, akan tetapi karena iming-iming kemewahan pada tahap awal dimana seolah-olah kemewahan tersebut sangat mudah dan cepat untuk diperoleh, maka member berani untuk melakukan investasi pengembangan jaringan.

Ilustrasi berikut dapat memberikan penjelasan terhadap gambaran di atas yang merupakan rician pengeluaran biaya operasional member setiap bulan

pada bulan I
Pendaftaran + pembelian produk Rp. 300.000
Tutup poin rp 350.000,- Jika tidak tutup poin maka member tidak memperoleh bonus meskipun memiliki omzet
Biaya operasional setiap hari selama melakukan aktivitas sebagai member rata-rata 20.000 Total biaya setiap hari selama 55 hari sebelum member akhirnya memperoleh bonus sebesar 1.100.000maka total biaya operasional adalah 1.750.000,
pada akhir bulan berikutnya member memperoleh bonus 200.000
maka kerugian member sebesar 1.550.000

pada bulan II
Biaya operasional sama seperti pada bulan sebelumnya yaitu 1.750.000
pada akhir bulan member memiliki kenaikan bonus sehingga bonusnya menjadi 500.000
maka pada bulan kedua kerugian member 1.250.000

pada bulan III
biaya operasional naik menjadi 2.000.000 karena jaringan sudah mulai tersebar dan berkembang
Bonus member di bulan tersebut naik menjadi 750.000
member mengalami kerugian sebesar 1.250.000

dalam tiga tahap di atas seorang member di perusahan MLM telah mengalami kerugian sebesar 4.050.000

Member selama tiga bulan mau menjalani bisnis MLM dengan mengalami kerugian karena dijanjikan kemewahan-kemewahan, tiga bulan pertama baru disadari oleh member bahwa untuk memperoleh semua kemewahan tersebut harus memiliki modal keuangan yang baik.

Selama tiga bulan pertama menjalankan bisnisnya member menjadi salesman dengan menjual produk-produk tutup poin untuk menutupi kebutuhan dan kerugian. Selanjutnya member berhenti dan berpikir bahwa bisnis MLM adalah bisnis pembohongan, padahal yang terjadi sebenarnya adalah karena sistem pembayaran bonus tersebut tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat INdonesia dan semua kemewahan yang dijanjikan adalah hasil akhir.

SARAN : Jika penghasilan lebih kecil dari pengeluaran, maka pembayaran yang terlalu lama tidak cocok untuk masyarakat Indonesia.

B. TUTUP POIN

Salah satu faktor kegagalan utama member MLM adalah aturan tutup poin. Pengertian tutup poin bagi member adalah sebagai berikut:
 
1.      Tutup poin adalah salah satu aturan yang ditetapkan oleh perusahaan bagi member untuk belanja ulang
2.      Tutup poin menjadi salah satu syarat untuk memperoleh bonus. Berapapun omzet seseorang member tidak akan memperoleh bonus jika tidak melakukan tutup poin.
3.      Nilai tutup poin di tahap awal sebagai member jauh lebih besar dari bonus member itu sendiri
4.      Tutup poin mengakibatkan member menjadi seorang salesman

Belanja ulang yang menjadi syarat agar memperoleh bonus dengan alasan apapun merupakan ketidak adilan bagi member MLM. Sebenarnya syarat untuk memperoleh bonus adalah member bekerja dan memberikan omzet. Selama puluhan tahun, perusahaan MLM di Indonesia membuat tutup poin menjadi sebuah keharusan, padahal hal tersebut merupakan ketidak adilan bagi seluruh member.

Setiap member MLM haruslan menjadi konsumen dan wajah dari produk-produk MLM dengan selalu melakukan belanja ulang produk. Akan tetapi belanja ulang haruslah dilakukan dengan aturan yang manusiawi dan benar dimana belanja ulang dilakukan member setelah member tersebut memperoleh bonus dan nilai keharusan belanja ulang member harus lebih kecil daripada bonus member.

SARAN : Jangan pernah mau bergabung dengan sebuah perusahaan MLM yang menetapkan syarat belanja ulang (tutup poin) untuk memperoleh bonus.

C. Jenis bonus yang terlalu banyak dan perhitungan bonus yang terlalu rumit

Ga perlu serumit ini untuk dapat uang

Perusahaan MLM sangat senang menciptakan banyak jenis bonus yang disertai perhitungan yang sangat rumit. Jenis bonus yang banyak di perusahaan MLM tidak berhubungan dengan besar kecilnya bonus-bonus member, karena sebenarnya besar kecilnya bonus member tergantung dari total omzet yang diperoleh member tersebut dalam kurun waktu tertentu.

Perhitungan bonus yang rumit dengan banyaknya parameter perhitungan seperti:
            Nilai poin produk, presentasi peringkat, perhitungan jumlah poin grup front line,
            Perhitungan tutup poin pribadi, perhitungan tutup poin seluruh jaringan
            Perhitungan total seluruh omzet perusahaan dll
akan membuat member tidak mampu menghitung bonusnya sendiri sebelum diberitahu oleh perusahaan. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya transparansi perhitungan bonus member dan sulitnya melakukan kontrol biaya membangun jaringan.
  • Semakin banyak jenis bonus dan semakin sulit perhitungan bonus akan semakin membuka peluang perusahaan MLM untukmenetapkan sayarat-syarat yang tidak diketahui member
  • Semakin banyak jenis dan sulitnya perhitungan bonus akan menyebabkan setiap member perusahaan mengetahui total nilai bonus sebelum memperoleh statement bonus dari perusahaan.
  • Semakin banyak jenis bonus dan sulit perhitungan bonus akan semakin menyulitkan member untuk melakukan presentasi, sehingga isi presentasi tidak jauh dari iming-iming dan janji kemewahan.

Sebenarnya member memperoleh bonus jika memberikan omzet ke perusahaan. Ada tiga jenis omzet yang diberikan oleh member kepada perusahaan multilevel marketing yang berarti hanya ada tiga jenis bonus.
  1. Member mengajak orang lain untuk menjadi konsumen produk multilevel marketing, dimana yang diajak membeli produk dari perusahaan MLM. Bonus ini sering kita sebut dengan bonus mengajak (sponsoring).
  2.  Member mengajarkan dan membina jaringan (downline agar downline mampu mengajak orang lain untuk membeli produk perusahaan MLM. Bonus ini disebut dengan bonus perkembangan jaringan atau bonus kepemimpinan
  3.  Member dan seluruh jaringannya melakukan belanja ulang. Bonus ini disebut dengan bonus belanja ulang.


Jika member mampu menjual prduk secara langsung kepada masyarakat dan member memperoleh keuntungan dari penjualan tersebut sebenarnya itu bukanlah bonus karena semua sistem akan memperoleh keuntungan jika mampu menjual secara langsung produk.

Saran : Semakin sederhana jenis dan perhitungan bonus, maka semakin mudah bagi member untuk melakukan kontrolling sehingga tidak merasa tertipu dengan syarat-syarat yang akan diketahui ketika sistem sudah berjalan.

3. MENJADI MEMBER PERUSAHAAN MONEY GAME


Perusahaan money game adalah sebuah perusahaan pembohong yang akan merugikan member dan seluruh masyarakat karena member yang bergabung tidak mendapat produk senilai uang yang telah disetorkan oleh member yang bersangkutan. Setiap member yang bergabung di perusahaan multilevel marketing tidak boleh dirugikan karena HARUS memperoleh produk senilai uang yang telah diberikan kepada perusahaan.



Beberapa hal yang harus diketahui mengenai perusahaan money game:

1. Perusahaan money game pasti merugikan semua member dan tutup
2. Pertanggung jawaban uang dan moral kepada setiap orang yang bergabung ada pada member yang mengajak bergabung ke perusahaan money game, dimana keuntungan tidak sesuai dengan resikonya.

SARAN : JANGAN PERNAH BERGABUNG MENJADI MEMBER PERUSAHAAN MONEY GAME

4. MENGIKUTI AJAKAN PETUALANG-PETUALANG BISNIS MLM


Untuk sukses di bisnis MLM, salah satu hal terpenting adalah harus memiliki pemimpin (LEADER) yang bertanggung jawab, memiliki integritas, memiliki kejujuran, memiliki komitmen untuk membawa seluruh jaringannya ke puncak kesuksesan tanpa mengorbankan jaringannya dengan alasan-alasan yang tidak realistis.
Saat ini di Indonesia sangat banyak petualang-petualang bisnis MLM yang akan mengorbankan masyarakat demi kepentingan pribadinya.

Ciri-Ciri petualang Bisnis MLM:
  1. Selalu berganti-ganti perusahaan tanpa alasan yang jelas dan berbicara negatif tentang perusahaan sebelumnya.
  2. Selalu mengaku pelaku bisnis MLM yang berpengalaman karena sering berpindah MLM padahal belum pernah sukses sama sekali dan hanya menjadi korban dan objek perusahaan.
  3. Mengorbankan seluruh jaringannya demi kepentingan pribadi dengan memberikan iming-iming kepada calon member



SARAN : Hati-hati dengan petualang MLM dan jangan pernah mau di ajak untuk menjadi downlinenya

Kamis, 29 Oktober 2015

Kenapa Bisa Gagal di Bisnis MLM?


Janji dan iming-iming kemewahan


Janji dan iming-iming kemewahan inilah yang pada tahap awal dilakukan untuk mempengaruhi member baru dan calon member, seolah-olah semua kemewahan tersebut akan sangat cepat dan mudah untuk diperoleh padahal semua kemewahan tersebut adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.

A. Peringkat di perusahaan MLM

 

Hampir semua perusahaan MLM memiliki peringkat, dimana semakin tinggi peringkat seorang member akan semakin besar presentasi bonus yang akan diperoleh dari total omzet member yang bersangkutan, kelihatannya peringkat tersebut akan sangat menguntungkan seorang member akan tetapi jika kita simak lebih mendalam sebenarnya peringkat tersebut adalah kerugian bagi member dengan memperhatikan syarat kenaikan peringkat di perusahaan MLM


1.      Memiliki minimal dua grup di bawahnya yang sama peringkatnya dengan member bersangkutan
2.      Memiliki total nilai poin tertentu sesuai dengan yang telah disyaratkan minimal dua grup di bawahnya
3.      Memiliki total nilai poin grup lain selain dua grup utama yang disebut dengan side volume
4.      Melakukan tutup poin sesuai dengan yang disyaratkan.

Jika salah satu dari syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, maka member yang bersangkutan tidak akan naik peringkat. Syarat-syarat tersebut akan memungkinkan terjadinya peringkat down line sama peringkatnya dengan upline yang sering disebut dengan BREAK PERINGKAT yang akan mengakibatkan:

  1. Presentasi bonus upline yang sama peringkatnya dengan downline menjadi nol persen, paling maksimal hanya satu persen (bonus upline menurun tajam).
  2. Biaya operasional jaringan semakin besar seiring pertumbuhan jaringan akan menyulitkan upline untuk mengembangkan dan membantu seluruh jaringan.
  3. Upline akan frustasi dengan bisnisnya dan ada kemungkinan berhenti padahal sudah sangat banyak hal yang telah diinvestasikan seperti uang dan waktu.
  4. Downline yang telah dibantu oleh upline dari tahap awal membangun bisnis jaringan sampai terjadi break peringkat dengan kejujuran dan intergritas menjadi ancaman bagi perkembangan penghasilan dan bisnis upline.

Dalam bisnis jaringan, untuk tetap menjaga pertumbuhan dan perkembangan minimal dua jaringan tetap sama adalah pekerjaan yang paling sulit, akan sangat besar kemungkinan untuk terjadi break peringkat.

Break peringkat adalah hal yang paling dihindari dan ditakuti oleh seluruh upline, untuk menghindari break peringkat dilakukan beberapa langkah yang dianggap menguntungkan padahal akan menghancurkan bisnis ke depannya:

  1. Membeli poin grup yang terlambat perkembangannya dengan harapan akan memperoleh bonus yang lebih besar seiring dengan naiknya peringkat padahal biaya membeli poin lebih besar dari bonus yang diperoleh.
  2. Tidak mau membantu pengembangan grup jaringan yang sangat cepat berkembang. Mengakibatkan upline kehilangan integritas dan komitmen sebagai pemimpin, padahal dalam bisnis jaringan hal tersebut adalah yang paling penting.
  3.   Menunda posting member-member baru di group yang cepat perkembangannya.

SARAN: Jauh lebih baik bagi pelaku bisnis MLM untuk bergabung di perusahaan MLM yang tidak memiliki peringkat, dimana perhitungan bonus dilakukan dengan persentasi dari total omzet tiap grup tanpa ada parameter peringkat. Dengan demikian downline tidak akan menjadi ancaman bagi penghasilan upline.

B. REWARD





Reward adalah impian yang dibangun oleh perusahaan MLM kepada setiap member sebagai seuah tujuan, seolah-olah sangat mudah untuk memperolehnya. Sebenarnya reward bukanlah keuntungan bagi member. Untuk mengerti hal tersebut, perhatikan syarat-syarat untuk memperoleh reward pada bisnis MLM:

  1. Memiliki peringkat tertentu sesuai dengan syarat reward
  2.   Memiliki minimal dua downline dalam grup yang berbeda yang peringkatnya sesuai dengan syarat reward.
  3. Memiliki total omzet minimal dari dua grup yang berbeda sesuai dengan syarat.
  4. Memiliki side volume dengan jumlah tertentu sesuai dengan syarat
  5. Harus melakukan tutup poin dengan jumlah tertentu

Jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka member tidak memperoleh reward. beberapa hal tentang reward yang harus diketahui oleh member-member MLM:


1.      Reward bukan hadiah tetapi adalah bagian dari bonus-bonus member yang ditunda pembayarannya oleh perusahaan sampai memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.

2.      Member lebih membutuhkan bonus cash daripada bonus tunda, karena sebenarnya hampir seluruh member mengalami kesulitan keuangan setiap bulannya karena kebutuhan lebih besar dari penghasilan

3.      Reward adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya diperlukan modal waktu dan uang yang cukup besar.

4.      Reward akan memberikan peluang kepada perusahaan MLM untuk menetapkan berbagai syarat yang memberatkan member yang tidak diberitahu kepada member pada tahap awal bergabung.

5.      Member yang sudah hampir mencapai syarat reward tidak sanggup lagi untuk meneruskan bisnisnya maka bonus tunda tersebut menjadi milik perusahaan.

SARAN : Jauh lebih baik bagi calon member bergabung di sebuah perusahaan MLM yang membayar semua bonus-bonus membernya dengan uang cash agar seluruh member bisa memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengembangan jaringan. jika member memiliki uang lebih maka seluruh member yang lebih mengetahui kebutuhan pribadinya daripada perusahaan akan mampu memenuhi semua kebutuhan pribadinya.

C. PASIF INCOME DAN BONUS SHARING



Sama seperti reward, passive income dan bonus sharing inilah yang selalu di gembar gemborkan oleh perusahaan MLM kepada seluruh masyarakat dan calon member dimana seolah-olah tanpa bekerja akan memperoleh bonus, sebenarnya hal tersebut tidak benar karena tidak mungkin ada bonus tanpa ada omzet, perhatikan syarat untuk memperoleh pasif income dan bonus sharing yang dijanjikan oleh perusahaan MLM:


1.      Memiliki peringkat sesuai dengan syarat

2.      Memiliki minimal total omzet grup sesuai dengan syarat

3.      Harus melakukan tutup poin

Beberapa hal yang harus diketahui tentang bonus sharing dan pasif income:

1.      Jika tidak ada omzet perusahaan maka tidak mungkin perusahaan membayar bonus.

2.      Bonus sharing adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya dibutuhkan investasi waktu dan uang yang sangat besar, hal tersebut tidak otomatis diterima jika tidak memenuhi syarat tersebut di atas setiap bulan.

3.      Perhitungan bonus sharing sangat rumit, dimana salah satu parameter perhitungan adalah omzet perusahaan yang hanya diketahui oleh perusahaan bersangkutan.

SARAN : Jangan pernah bergabung menjadi member perusahaan MLM yang menjanjikan bonus sharing dan pasif income, karena hal tersebut sebenarnya adalah jebakan.